Skip to content Skip to left sidebar Skip to footer




Dukung Percepatan Pencegahan Stunting, BBPKH Kementerian Pertanian Tingkatkan Kapasitas SDM Melaui Pelatihan Pengolahan Hasil Peternakan

Bogor – Hasil Survey status Gizi Indonesia (SSGI) prevalensi stunting di Indonesia turun dari 24,4% di tahun 2021 menjadi 21,6% di tahun 2022 (Kemenkes). Menurut Presiden Joko Widodo stunting bukan hanya sekedar urusan tinggi badan tetapi paling berbahaya adalah rendahnya kemampuan anak untuk belajar, keterbelakangan mental, dan yang ketiga munculnya penyakit-penyakit yang kronis. Meskipun angka stunting pada tahun 2022 cenderung menurun, tetapi penanganan secara masif terhadap stunting juga harus terus dijalankan.

Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak peran lintas sektoral bersinergi untuk meningkatkan pendidikan masyarakat agar mengkonsumsi pangan asal hewan yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal bagi yang dipersyaratkan (ASUH) sebagai dukungan terhadap Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan Pencegahan Stunting.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr, mengungkapkan bahwa ketahanan pangan bisa dicapai salah satu upayanya dengan memasifkan pangan lokal sebagai upaya menghadapi krisis pangan global. Dedi juga menyampaikan, “pertanian yang digerakkan oleh SDM pertanian dengan memanfaatkan teknologi pertanian akan dapat meningkatkan produktivitas.”

Dalam mendukung program pemerintah tersebut, Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara Bogor melatih 30 orang peserta pada kegiatan Pelatihan Pengolahan Hasil Pertanian yang dilaksanakan pada tanggal 19 – 21 Oktober 2023 di Desa Pasirbuncir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Pada acara Pembukaan Pelatihan yang dihadiri oleh Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara Bogor Dr. Wasis Sarjono, S.Pt., M.Si. serta Sekretaris Camat Kecamatan Caringin Aep Saepurahman, S.IP.,M.M., Sekretaris Desa Pasirbuncir Akmali, Unsur Pimpinan BBPKH Cinagara, dan Kepala BPP Pamoyanan yang diwakili oleh Dedeh Santi Hotimah, S.P.

Dalam sambutannya Aep Saepurahman, S.IP., MM. mengutarakan bahwa Peningkatan nilai tambah serta produksi pertanian dapat diimplementasikan melalui peningkatan kapasitas SDM, sehingga dapat lebih memahami cara meningkatkan produktivitas sampai kepada pemasarannya.

Pengolahan hasil peternakan merupakan salah satu subsistem agribisnis yang potensial untuk terus dikembangkan sebagai sumber pendapatan bagi masyarakat pelaku pertanian umumnya dan para pelaku peternakan khususnya. Namun dalam Pengembangannya diperlukan daya dukung untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha dalam pengolahan hasil peternakan selain kompetensi sumberdaya manusia, yang diantaranya kemampuan mengakses informasi, regulasi, komunitas, kualitas dan kontinuitas produk, aplikasi teknologi, serta pemasaran. Semua daya dukung tersebut dapat dicapai dengan memberikan pendampingan khusus kepada para pelaku usaha pengolahan hasil peternakan.


Kepala BBPKH Cinagara Dr. Wasis Sarjono, S.Pt., M.Si. dalam arahannya menyampaikan bahwa BBPKH Cinagara siap untuk memberikan pendampingan kepada seluruh masyarakat yang ingin mengembangkan usaha pengolahan hasil peternakan sampai benar-benar bisa dan siap untuk dilepas.
“Pelatihan tiga hari tematik ini pendek tetapi menjadi pintu, jadi jangan sungkan-sungkan untuk berkunjung ke Balai, yang penting semua aturan dan prosedur kita ikuti. Itu rumah anda untuk berlatih terkait kompetensi. Bagi adik-adik milenial yang ingin belajar bagaimana memelihara kambing domba, membuat yogurt dari susu silahkan datang ke Balai, disana ada Instalasi Pengolahan Hasil berbasis susu. Nantinya akan didampingi khusus dalam hal inkubator agribisnis, dalam pengolahan hasil, pemasaran, dan mengurus perizinan,” ungkap Wasis seraya membuka pelatihan secara resmi.


Dengan adanya pendampingan secara khusus yang ditawarkan oleh BBPKH Cinagara diharapkan nantinya tidak ada lagi ketakutan dan kekhawatiran dari para generasi muda untuk dapat memulai suatu usaha. Kegiatan pelatihan secara teknis dilaksakanan selama 3 (tiga) hari. Peserta akan dibimbing dan didampingi oleh Widyaiswara yang kompeten dari BBPKH Cinagara. Dengan diadakannya pelatihan tematik ini juga diharapkan mampu mendongkrak perekonomian warga setempat dan menumbuhkan petani milenial dan calon-calon wirausahawan muda. [HUMAS BBPKH-19/10/2023]